Rebut Berkah Ramadhan, Jangan Lupa Jaga Kesehatan

Hadi M Assegaf
0

Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Umat Muslim seluruh dunia berlomba memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan mendekatkan hati kepada Allah. Namun, ada satu hal yang sering terabaikan yaitu: kesehatan tubuh sebagai amanah.

Padahal, tubuh yang sehat adalah syarat agar ibadah dapat dijalankan secara optimal. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum memperbaiki pola hidup.

Banyak orang fokus ibadah, tapi lupa pola makan, tidur, dan hidrasi.


Puasa dan Dampaknya bagi Tubu
h

Secara medis, puasa memiliki sejumlah manfaat jika dilakukan dengan benar. Penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki metabolisme, dan mendukung proses perbaikan sel (autophagy).

Menurut World Health Organization, pola makan seimbang dan pengaturan cairan sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh, terutama dalam kondisi perubahan jadwal makan seperti saat Ramadhan. 
Sementara itu, riset yang dipublikasikan melalui National Institutes of Health menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat memberikan manfaat metabolik, tetapi harus dilakukan dengan pola nutrisi yang tepat. Artinya, puasa bisa menjadi berkah kesehatan atau justru menjadi risiko tergantung bagaimana kita menjalaninya.

Risiko Kesehatan Saat Ramadhan yang Sering Terjadi

Berikut beberapa masalah kesehatan yang umum terjadi saat puasa:

1. Dehidrasi

Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan:

  • Pusing
  • Lemah
  • Tekanan darah turun
  • Gangguan konsentrasi

2. Gangguan Lambung (Maag / GERD)

3. Lonjakan Gula Darah

4. Kurang Tidur

  • Bangun sahur dan ibadah malam sering membuat waktu istirahat menjadi berkurang.

Cara Menjaga Kesehatan Saat Puasa Ramadhan

1. Terapkan Pola Makan Seimbang

Gunakan prinsip:

  • ½ piring sayur dan buah
  • ¼ protein (ikan, ayam, telur, tahu, tempe)
  • ¼ karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, ubi)

2. Hindari “Balas Dendam” Saat Berbuka

  • Berbuka dengan kurma dan air putih terlebih dahulu. Hindari langsung mengonsumsi gorengan dan minuman tinggi gula.

3. Cukupi Kebutuhan Cairan

Targetkan 6–8 gelas air:

  • 2 gelas saat berbuka
  • 2 gelas setelah tarawih
  • 2 gelas sebelum tidur
  • 2 gelas saat sahur
4. Jaga Kualitas Tidur

Idealnya 6–8 jam per hari. Jika perlu, tambahkan power nap 20–30 menit.

5. Konsultasi Jika Memiliki Penyakit Kronis

  • Penderita diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum berpuasa.

Ramadhan Sebagai Momentum Reset Gaya Hidup

Ramadhan adalah kesempatan emas untuk:

  • Mengurangi konsumsi gula
  • Mengontrol berat badan
  • Mengatur ulang pola makan
  • Melatih disiplin diri

Puasa bukan sekadar ritual tahunan, tetapi latihan konsistensi gaya hidup sehat.

Menjaga kesehatan saat puasa bukan mengurangi pahala, justru bagian dari menjaga amanah tubuh yang diberikan Allah.

Kesimpulan

Rebut keberkahan Ramadhan dengan ibadah terbaik, tetapi jangan abaikan kesehatan. Tubuh yang kuat akan membantu kita meraih pahala secara maksimal.

Ramadhan seharusnya menjadi titik awal perubahan  bukan hanya spiritual, tetapi juga fisik dan mental.

Daftar Pustaka

  • World Health Organization. Healthy diet fact sheets.
  • National Institutes of Health. Intermittent Fasting and Human Metabolic Health.
  • Mattson, M.P. et al. (2017). Impact of intermittent fasting on health and disease processes. New England Journal of Medicine.
  • Sadeghirad, B. et al. (2014). Islamic fasting and weight loss: systematic review. Nutrition Journal.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Gizi Seimbang.

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)