Ramadhan sering
disebut sebagai momentum detoks alami dan reset metabolisme. Namun, manfaat
tersebut bisa hilang jika pola makan saat sahur dan berbuka dilakukan secara
berlebihan. Fenomena yang sering terjadi justru sebaliknya: siang menahan
lapar, malam “balas dendam”. Gorengan, minuman manis, makanan tinggi lemak, dan
porsi berlebihan menjadi rutinitas harian.
Padahal, puasa yang dijalani dengan pola makan salah dapat meningkatkan risiko gangguan lambung, lonjakan gula darah, bahkan kenaikan berat badan.
![]() |
| kesalahan buka puasa konsumsi gorengan dan minuman manis berlebihan saat ramadhan |
Kesalahan Umum Saat Sahur
- Terlalu Banyak Karbohidrat Sederhana: Nasi putih berlebihan tanpa protein dan serat membuat cepat lapar.
- Kurang Protein: Protein membantu rasa kenyang lebih lama dan menjaga massa otot.
- Minim Cairan: Kurang minum saat sahur meningkatkan risiko dehidrasi di siang hari.
Menurut World
Health Organization, pola makan seimbang yang mencakup karbohidrat kompleks,
protein, lemak sehat, serta sayur dan buah sangat penting untuk menjaga energi
stabil.
Kesalahan Umum Saat Buka Puasa
Dampak Kesehatan Jika Pola Ini Terus Berulang
- Berat badan naik selama Ramadhan
- Gangguan asam lambung (GERD)
- Lonjakan tekanan darah
- Gula darah tidak stabil
- Gangguan tidur
Padahal, studi
yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine menyebutkan bahwa
pola puasa yang dilakukan dengan pengaturan nutrisi yang baik dapat memberikan
manfaat metabolik signifikan.
Pola Sahur dan Buka Puasa yang Direkomendasikan
Saat Sahur:
- Karbohidrat kompleks (nasi merah, oat, ubi)
- Protein (telur, ikan, tempe)
- Sayur dan buah
- Air putih 2–3 gelas
Saat Berbuka:
- Air putih + kurma secukupnya
- Salat Maghrib
- Makan utama dengan komposisi:
- ½ sayur
- ¼ protein
- ¼ karbohidrat kompleks
Pedoman ini sejalan dengan prinsip gizi seimbang dari
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Ramadhan Bukan Ajang Balas Dendam Makan
Puasa mengajarkan pengendalian diri. Jika siang hari kita
mampu menahan lapar, seharusnya malam hari pun kita mampu menjaga porsi dan
kualitas makanan.
Manfaat puasa bukan hanya pahala spiritual, tetapi juga
peluang memperbaiki metabolisme dan kebiasaan makan.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. Healthy Diet Guidelines.
- National Institutes of Health. Effects of Intermittent Fasting on Glucose Metabolism.
- Mattson, M.P. et al. (2019). Intermittent fasting and metabolic health. New England Journal of Medicine.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Gizi Seimbang.
- Sadeghirad, B. et al. (2014). Islamic fasting and weight loss: systematic review. Nutrition Journal.

.png)