Idul Adha adalah momen penuh
berkah yang dirayakan umat Muslim dengan penuh suka cita. Namun, di balik
semangat berkurban dan berbagi, ada sejumlah masalah kesehatan yang kerap
muncul, terutama terkait dengan konsumsi daging yang berlebih dan pengolahan
yang kurang higienis.
Berikut ini beberapa masalah
kesehatan yang sering terjadi saat Idul Adha dan cara pencegahannya:
1.
Kelebihan Konsumsi Daging Merah
Masalah: Daging
kambing atau sapi tinggi lemak jenuh dan kolesterol. Jika dikonsumsi
berlebihan, dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, hipertensi, hingga
penyakit jantung.
Pencegahan:
- Batasi porsi (100–150 gram sekali makan)
- Gunakan metode memasak sehat: rebus, panggang, atau tumis ringan
- Hindari jeroan dan bagian berlemak
- Seimbangkan dengan konsumsi
sayur dan buah
2.
Asam Urat Kambuh
Masalah: Daging
dan jeroan mengandung purin tinggi, yang memicu peningkatan kadar asam urat
dalam darah.
Pencegahan:
- Hindari jeroan (hati, ginjal,
usus)
- Perbanyak air putih
- Konsumsi buah seperti pisang,
apel, dan ceri yang membantu mengontrol kadar asam urat
3.
Gangguan Pencernaan
Masalah:
Kombinasi antara daging tinggi lemak dan makanan bersantan dapat menyebabkan
perut kembung, mual, atau bahkan diare.
Pencegahan:
- Makan perlahan dan jangan
berlebihan
- Tambahkan serat dari sayuran dan buah
- Hindari makan larut malam
4.
Hipertensi dan Tekanan Darah Tinggi
Masalah:
Makanan Idul Adha sering mengandung banyak garam dan lemak yang bisa memicu
tekanan darah tinggi, terutama pada penderita hipertensi.
Pencegahan:
- Gunakan bumbu alami, kurangi
garam
- Hindari santan kental dan gorengan
- Cek tekanan darah secara berkala
Menjaga kesehatan saat Idul Adha
adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga. Dengan
mengenali potensi risiko dan melakukan langkah pencegahan sederhana, momen Idul
Adha dapat dijalani dengan lebih nyaman dan aman.
Referensi:
1.
Kementerian Kesehatan RI
2.
WHO – Healthy Diet & Food Safety
3.
Alodokter – “Tips Sehat Konsumsi Daging Kurban”

.png)