Panduan Lengkap Menjaga Kesehatan Pria: Vitalitas, Cegah Penyakit, dan Tetap Produktif

Hadi M Assegaf
0


Banyak pria mengabaikan kesehatannya hingga gejala penyakit muncul di usia produktif atau tua. Padahal, dengan menjaga kesehatan pria sejak dini, kita bisa mencegah berbagai penyakit kronis, meningkatkan kualitas hidup, dan mempertahankan vitalitas hingga usia lanjut.


Kenapa Kesehatan Pria Harus Jadi Prioritas?

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), pria memiliki angka harapan hidup yang lebih rendah dibandingkan wanita. Banyak faktor penyebabnya, seperti merokok, stres kerja, konsumsi alkohol, serta rendahnya kesadaran untuk memeriksakan diri secara rutin.

Sebuah studi dari Baker et al. (2014) dalam Bulletin of the World Health Organization menyebutkan bahwa pria cenderung menghindari layanan kesehatan karena tekanan maskulinitas dan stigma sosial yang melekat. 

Penyakit yang Sering Mengintai Pria

1. Penyakit Jantung dan Hipertensi

Merupakan penyebab kematian utama pria di seluruh dunia. Gaya hidup tidak sehat, seperti kurang olahraga dan pola makan tinggi lemak jenuh, menjadi faktor utama.

2. Disfungsi Ereksi

Lebih dari sekadar masalah seksual, kondisi ini bisa menjadi tanda awal adanya gangguan pembuluh darah dan penyakit jantung.

3. Kanker Prostat

Penyakit ini menyerang pria usia 50 tahun ke atas. Deteksi dini dengan pemeriksaan PSA sangat penting dilakukan secara berkala.

4. Gangguan Kesehatan Mental

Stres dan depresi kerap disembunyikan oleh pria karena dianggap “lemah”. Padahal WHO mencatat angka bunuh diri pria lebih tinggi dibanding wanita.

Tips Menjaga Kesehatan Pria Sehari-hari

 Pemeriksaan kesehatan rutin (gula darah, kolesterol, tekanan darah)    
 Olahraga minimal 30 menit setiap hari   
 Pola makan sehat: banyak sayur dan buah, kurangi makanan olahan    
 Hindari rokok dan minuman beralkohol 
 Kelola stres dengan hobi, istirahat cukup, dan konsultasi psikolog        
 Istirahat cukup dan minum air putih minimal 2 liter sehari


Menjaga 
kesehatan pria adalah investasi jangka panjang. Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli. Mulailah dari hal kecil: bergerak lebih banyak, makan lebih sehat, dan periksa kesehatan secara berkala. Ingat, pria sehat = keluarga bahagia

Referensi

·         Kumar, V. et al. (2018). Robbins Basic Pathology. 10th Edition. Elsevier.

·         Wein, A.J. et al. (2015). Campbell-Walsh Urology, 11th Edition. Elsevier.

·         Baker, P. et al. (2014). The men’s health gap. Bulletin of the WHO, 92(8), 618–620.

·         Montorsi, F. et al. (2012). The Journal of Sexual Medicine, 9(3), 840–850.

·         Seidler, Z.E. et al. (2016). American Journal of Men's Health, 10(3), 229–243.

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)